Hmmm..nikmat sekali yoghurt markisa ini ya. Di Indo nyaris gak pernah aku makan yoghurt, tapi di sini rasanya enak sekali makanan ini.dan sekaligus murah cuman 0,43 euro kayaknya. Tadinya mo ngemil sosis sapi, tapi karena sosisnya masih keras karena ditaruh freezer ya akhirnya harus dicairin dulu, padahal dah jam 20:18 nie,,,trus kapan makan malamnya dong? hahaha,, jadi kebiasaan sekarang makan malemnya kok jam 23.30an.. maklumlah lagi pengen gemukin badan nie..
Huff... maaf... ide tulisannya ilang...
dapaet panggilan darurat dari luar pagar
mobilnya kang agus nyelip di es
Ya Allah,,,susah banget ngeluarinnya
serasa gak berdaya dorong mobil diatas es yang licin
baru kali ini, di Jerman lagi, sering banget dorong mobil yang nyelip
tapi Alhamdulillah setelah disekopin dan diguyur air panas,,akhirnya bisa juga keluar dr es..
huff....cukup,,,Ya Allah
semoga air hujannya gak jadi es besok pagi,,
gak mau dorong-dorong mobil lagi..
Showing posts with label salju. Show all posts
Showing posts with label salju. Show all posts
Thursday, February 4, 2010
Tuesday, February 2, 2010
Guratan Tak Berarah
Sudah lama rasanya tidak kuhentakkan jari jemariku diatas keyboard laptop ini untuk sedikit mengasah otak dan pemikiran yang patut untuk dikeluarkan agar tidak hanya mendekam dalam kesempitan kepalaku yang kadang malah buat migren.
Sebenarnya sehari-hari dalam bulan ini tiap hari jari jemariku asik ber cetak cetok dengan huruf dan angka di keyboard, namun bukan mengeluarkan isi otak yang sudah mau tumpah ini, tapi hanya mencoba menyalin dari beberapa teori - teori para ahli hukum yang kemudian dimasukkan dalam satu bab dan tentu saja menjadi footnote yang berharga biar gak disangka ngarang indah katanya.
Namun satu hal yang rasanya masih belum bisa kukeluarkan. Sebenere pengen nulis apa ya kali ini? keinginan untuk mengeluarkan sesuatu atau hanya pelampiasan kekosongan waktu yang menjemukan ini? ah, memang cuaca winter ini sungguh bisa membuat orang depresi, jadi harus bisa mencari celah-celah yang bisa digunakan untuk mematikan segala rasa kebosanan di dalam ruangan berpenghangat (hezung).
Memang sudah sejak bulan November 2009 yang lalu, malam yang sebelumnya hanya 6 jam dari jam 22.00 - 04.00 pagi telah berubah drastis menjadi 12 jam lebih, yang mana magrib dimulai jam 16.00 dan subuhnya jam 06.30. Bagi yang hobi tidur sie sebenarnya nikmat banget ya, tapi apa mau tidur terus?? hehehe, tentu tidak dong! masih banyak hal yang bisa kita lakukan di luar sana, namun ingat, seberapa perlu kita keluar untuk melakukan hal diluar sana dengan cuaca yang selalu dibawah nol derajat?
Inilah wintrer depression, depresi karena waktu terang begitu cepat dan gelap begitu menyiksa, sehingga terkadang beberapa aktifitas diluar rumah harus dihentikan pada jam 4 sore. Padahal jam matahari terbit itu jam 8 pagi, jadi praktis cuman berapa jam ya terangnya? nah, itupun juga kalo matahari nongol deh. Sejak akhir tahun 2009 hingga awal saat ini, mungkin bisa dihitung jari berapa kali ya sang surya bersinar. Bahkan kemunculan matahari terkadang malah menyiksa. Bukan menghangatkan namun malah menjadikan salju dan es yang ada menguap yang pada akhirnya menurunkan suhu yang bisa sampai minus 15 derajat. Kalo sudah begitu, males gak sie berada di luar rumah??? hahahaha... bangettttt... belum lagi licinnya berjalan di es yang kadang membuat kita bisa terpeleset jatuh, alhamdulillah belum pernah dan semoga tidak akan pernah terpeleset.amin.
Namun apalah daya, beginilah sang alam ciptaan Allah. Tentunya berbahagialah kita yang hidup di Indonesia dengan segala kekayaannya, matahari tidak pernah hilang sepanjang tahun. Segala aktifitas dapat dijalankan dengan baik tanpa halangan cuaca yang berarti. Hujan bukanlah halangan kata ayahku tercinta, bahkan kami akan dimarahi kalo hujan menjadi alasan,,,hehehe...
salam dari berlin,
kamal
09.05 02.02.2010
Sebenarnya sehari-hari dalam bulan ini tiap hari jari jemariku asik ber cetak cetok dengan huruf dan angka di keyboard, namun bukan mengeluarkan isi otak yang sudah mau tumpah ini, tapi hanya mencoba menyalin dari beberapa teori - teori para ahli hukum yang kemudian dimasukkan dalam satu bab dan tentu saja menjadi footnote yang berharga biar gak disangka ngarang indah katanya.
Namun satu hal yang rasanya masih belum bisa kukeluarkan. Sebenere pengen nulis apa ya kali ini? keinginan untuk mengeluarkan sesuatu atau hanya pelampiasan kekosongan waktu yang menjemukan ini? ah, memang cuaca winter ini sungguh bisa membuat orang depresi, jadi harus bisa mencari celah-celah yang bisa digunakan untuk mematikan segala rasa kebosanan di dalam ruangan berpenghangat (hezung).
Memang sudah sejak bulan November 2009 yang lalu, malam yang sebelumnya hanya 6 jam dari jam 22.00 - 04.00 pagi telah berubah drastis menjadi 12 jam lebih, yang mana magrib dimulai jam 16.00 dan subuhnya jam 06.30. Bagi yang hobi tidur sie sebenarnya nikmat banget ya, tapi apa mau tidur terus?? hehehe, tentu tidak dong! masih banyak hal yang bisa kita lakukan di luar sana, namun ingat, seberapa perlu kita keluar untuk melakukan hal diluar sana dengan cuaca yang selalu dibawah nol derajat?
Inilah wintrer depression, depresi karena waktu terang begitu cepat dan gelap begitu menyiksa, sehingga terkadang beberapa aktifitas diluar rumah harus dihentikan pada jam 4 sore. Padahal jam matahari terbit itu jam 8 pagi, jadi praktis cuman berapa jam ya terangnya? nah, itupun juga kalo matahari nongol deh. Sejak akhir tahun 2009 hingga awal saat ini, mungkin bisa dihitung jari berapa kali ya sang surya bersinar. Bahkan kemunculan matahari terkadang malah menyiksa. Bukan menghangatkan namun malah menjadikan salju dan es yang ada menguap yang pada akhirnya menurunkan suhu yang bisa sampai minus 15 derajat. Kalo sudah begitu, males gak sie berada di luar rumah??? hahahaha... bangettttt... belum lagi licinnya berjalan di es yang kadang membuat kita bisa terpeleset jatuh, alhamdulillah belum pernah dan semoga tidak akan pernah terpeleset.amin.
Namun apalah daya, beginilah sang alam ciptaan Allah. Tentunya berbahagialah kita yang hidup di Indonesia dengan segala kekayaannya, matahari tidak pernah hilang sepanjang tahun. Segala aktifitas dapat dijalankan dengan baik tanpa halangan cuaca yang berarti. Hujan bukanlah halangan kata ayahku tercinta, bahkan kami akan dimarahi kalo hujan menjadi alasan,,,hehehe...
salam dari berlin,
kamal
09.05 02.02.2010
Serba sErbI
Berlin,
Kamal abdul aziz,
salju,
winter depression
Sunday, December 20, 2009
Garam dan Salju tak Pernah Akur
Sedari pagi langit Berlin cerah oleh cahaya matahari. Namun jangan salah, datangnya sinar matahari bukannya menghangatkan suhu d sini, namun sebaliknya, sinar matahari yang panas tersebut telah menguapkan salju-salju yang ada sehingga suhu udara bisa bertambah dingin.
Malam ini Wisma Duta kedatangan tamu, Bapak Juwono Sudharsono, Mantan Mendiknas yang juga pernah menjabat sebagai Menhan tahun 2004-2009 di era SBY, beserta Ibu. Pada saat Pak Juwono datang, hujan salju mulai sedikit demi sedikit turun, hingga akhirnya cukup deras juga salju yang turun dan memutihkan jalan masuk serta halaman Wisma.
Kalau sudah begini, untuk menghindari adanya kecelakaan pada tamu dan penghuni wisma, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menyapu salju yang berada pada anak-anak tangga menuju pintu utama. Ternyata cukup tebal juga salju yang menutupi teras Wisma ini. Setelah salju yang menutupi anak tangga tersingkirkan, maka langkah selanjutnya adalah mengambil kantong garam yang sudah disiapkan untuk mencairkan salju bahkan salju yang telah mengeras menjadi es.
Dengan melepaskan kaos tangan kulit yang kupakai, kuraih segenggam garam dari kantongnya dan kutebarkan diseluruh anak tangga agar es yang mash tersisa cair dan hujan salju yang akan turunpun mencair dengan sendirinya, sehingga tidak membuat diriku harus membersihkan lagi salju-salju di anak-anak tangga tersebut.
Syukurlah, begitu tamunya pulang, terlihat olehku kekuatan magic garam masih tersisa untuk menahan salju-salju yang akan mengotori teras lagi...
Salam dari Berlin,
22.05 21.12.2009
Malam ini Wisma Duta kedatangan tamu, Bapak Juwono Sudharsono, Mantan Mendiknas yang juga pernah menjabat sebagai Menhan tahun 2004-2009 di era SBY, beserta Ibu. Pada saat Pak Juwono datang, hujan salju mulai sedikit demi sedikit turun, hingga akhirnya cukup deras juga salju yang turun dan memutihkan jalan masuk serta halaman Wisma.
Kalau sudah begini, untuk menghindari adanya kecelakaan pada tamu dan penghuni wisma, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menyapu salju yang berada pada anak-anak tangga menuju pintu utama. Ternyata cukup tebal juga salju yang menutupi teras Wisma ini. Setelah salju yang menutupi anak tangga tersingkirkan, maka langkah selanjutnya adalah mengambil kantong garam yang sudah disiapkan untuk mencairkan salju bahkan salju yang telah mengeras menjadi es.
Dengan melepaskan kaos tangan kulit yang kupakai, kuraih segenggam garam dari kantongnya dan kutebarkan diseluruh anak tangga agar es yang mash tersisa cair dan hujan salju yang akan turunpun mencair dengan sendirinya, sehingga tidak membuat diriku harus membersihkan lagi salju-salju di anak-anak tangga tersebut.
Syukurlah, begitu tamunya pulang, terlihat olehku kekuatan magic garam masih tersisa untuk menahan salju-salju yang akan mengotori teras lagi...
Salam dari Berlin,
22.05 21.12.2009
Serba sErbI
Berlin,
Garam,
Juwono Sudharsono,
mendiknas,
menhan,
salju,
wisma duta
Subscribe to:
Posts (Atom)